KAOS DISTRO BOLA II (UPDATE)

Kaos distrobola…bagi yang mau pesan silakan ..

SMS ke 0858-8105-2265 (WA)
Format : “Nama – Alamat – Kode pos – No Hp – Kode Kaos – Ukuran”

Contoh : “Feri Ardiansyah – Jl. Raya No. 1 Rt 01/01, Sleman, DIY (55580) – 081xxx – MU 01 – XL”

– Kami membalas dengan total biaya, Ongkos kirim dan Nomor rekening kami.
– Transfer sesuai jumlah yang kami informasikan melalui SMS.
– Konfirmasi via SMS/WA setelah melakukan transfer.
– Barang akan segera kami kirim setelah melakukan konfirimasi pembayaran.
– Setelah barang kami kirim, kami akan memberikan nomor Resi pengiriman Via SMS/WA.
Kualitas Bahan dan Sablon Kaos kami
– Bahan Cotton 100% jenis combed 20s dan 24s
– Serat Bahan halus, nyaman dipakai dan tidak membuat panas
– Jahitan model rantai sehingga membuat kaos lebih awet
– Jahitan rapi dan presisi
– Bagian dalam kaos diobras dengan rapi
– Sablon Rubber
SIZE Chart kaos
# S = Panjang 64; Lebar 44
# M = Panjang 68; Lebar 48
# L = Panjang 72; Lebar 52
# XL = Panjang 76; Lebar 56

HARGA ALL ITEM : RP. 90.000



#CHELSEA#


#LIVERPOOL#


#JUVENTUS#


#JUVENTUS#


KAOS DISTRO BOLA I (UPDATE)

Kaos distrobola…bagi yang mau pesan silakan ..

SMS ke 0858-8105-2265 (WA)
Format : “Nama – Alamat – Kode pos – No Hp – Kode Kaos – Ukuran”

Contoh : “Feri Ardiansyah – Jl. Raya No. 1 Rt 01/01, Sleman, DIY (55580) – 081xxx – MU 01 – XL”

– Kami membalas dengan total biaya, Ongkos kirim dan Nomor rekening kami.
– Transfer sesuai jumlah yang kami informasikan melalui SMS.
– Konfirmasi via SMS/WA setelah melakukan transfer.
– Barang akan segera kami kirim setelah melakukan konfirimasi pembayaran.
– Setelah barang kami kirim, kami akan memberikan nomor Resi pengiriman Via SMS/WA.
Kualitas Bahan dan Sablon Kaos kami
– Bahan Cotton 100% jenis combed 20s dan 24s
– Serat Bahan halus, nyaman dipakai dan tidak membuat panas
– Jahitan model rantai sehingga membuat kaos lebih awet
– Jahitan rapi dan presisi
– Bagian dalam kaos diobras dengan rapi
– Sablon Rubber
SIZE Chart kaos
# S = Panjang 64; Lebar 44
# M = Panjang 68; Lebar 48
# L = Panjang 72; Lebar 52
# XL = Panjang 76; Lebar 56

HARGA ALL ITEM : RP. 90.000

#MANCHESTER UNITED#

 

#AC MILAN# CEK IT OUT

Gimana Milanisti sudah puas kan dengan kaos kaos nya , ayo dipesan gan …….fast respon WA aja (085881052265)


#BARCELONA#

hehehe blum puas ?? masih ada yang ketinggalan club nya ,…kita sambung tour nya klik di SINI


BEDA JERSEY GRADE AAA,ORI,PLAYER ISSUE

Jersey Grade AAA, Grade Ori dan Player Issue

 apasih itu KW Grade AAA, apasih itu Grade Ori? Atau apa sih itu Player Issue? Nah, kali ini kita akan coba cara membedakan Jersey Bola Grade AAA, Grade Ori, dan Player Issue.

Jersey adalah kaos dipakai pemain sepak bola untuk bertanding di lapangan. merk yang paling banyak mendominasi jersey adalah Nike dan Adidas. Nah, karena harga dari jersey kedua merk tersebut cukup mahal (sekitar 700rb – 1,5 Juta), beberapa negara membuat jersey tiruan dan didesain semirip mungkin dengan yang ada di counter resminya. Misalnya Nike Store. Dan juga harga dari jersey ini sangat jauh dari harga normal, yakni kisaran 140rb – 180rb, tetapi kualitas yang dihasilkan hampir sama dengan yang ada di counter resmi.

Dalam istilah jersey, ada yang namanya Grade AAA, Grade Ori, dan Player Issue.

Grade AAA adalah Jersey Replika yang dibuat oleh pabrik yang berada di Thailand. Dengan tingkat kemiripan dan kualitas 95% yang hampir sama dengan Jersey ORIGINAL pada umumnya.

Grade ORI hampir sama seperti Grade AAA, juga jersey Replika yang memiliki tingkat kemiripan 95% namun dibuat oleh pabrik di China. Dan dari segi pengemasan dan kelemngkapan lebih baik dibanding jersey Grade Ori karena dalam pengemasannya Grade Ori menggunakan Polybag seperti pembungkus obat yang disesuaikan dengan yang ada di counter resmi. Sedangkan pengemasan Grade AA hanya menggunakan plastik biasa.

Pada Player Issue, jersey ini memiliki tingkat kemiripan hingga 98% karena hampir semua detail yang ada di jersey yang dipakai pemain di lapangan ada di Player Issue. Seperti pada Nike : Memilikki Seamless (tanda T di bagian pundak), Laser Cut (lubang2x udara kecil disisi samping jersey), dan pada Adidas : Memilikki Tech-Fit (terdapat seamless di bagian belakang). Tetapi Player Issue ini hanya tersedia untuk Apparel Nike.

Contoh dari Jersey yang dipakai pemain :


Detail lebih jelasnya dalam membandingkan Jersey, berikut penjelasannya :
Kelebihan Grade Ori dibanding Grade AAA :

  1. Jersey Grade Ori dibungkus polybag seperti pembungkus obat yang disesuaikan denganyang ada di counter resmi. Sedangkan pengemasan Grade AAA hanya menggunakan plastik biasa.
  2. Detail bordir lebih terasa timbul dan banyak benang-benangnya, tidak seperti Grade AA yang hanya menggunakan Polyfex.
  3.  Pada jersey Grade Ori dengan brand Nike, benang Authentic lebih mengkilat dan pada brand Adidas terdapat Barcode Tag di bagian leher. Sedangkan pada Grade AAA dengan brand Nike, benang Authentic hanya menggunakan benang silver biasa, dan pada brand Adidas tidak ada Barcode Tag di bagian leher.
  4. Grade Ori memiliki size L, sedangkan Grade AAA tidak semua jersey memiliki size L.
  5. Bahan, corak dan warna pada jersey Grade Ori terlihat lebih mirip dengan aslinya. Bahan yang digunakan Grade Ori pada brand Nike menggunakan Polyester Dri-Fit dan pada brand Adidas menggunakan Ployester ClimaCool. Dan warna jersey lebih cerah dibanding Grade AAA.
Dari perbedaan harga, Grade AAA jauh lebih murah dibanding Grade Ori atau Player Issue, yakni pada kisaran 110rb. Sedangkan pada Grade Ori kisaran 130rb. Dan pada Player Issue karena memilikki tingkat kemiripan yang hampir sama dibandrol dengan harga kisaran 170rb – 180rb.
Daftar Tabel:
Grade AAA Grade Ori Grade Ori (P.I.)
Import dari Negara Thailand China China
Sablon di leher/punggung: Made In Thailand, Indonesia Bangladesh, Georgia,Thailand Bangladesh, Georgia,Thailand
Logo Merk Bordir Bordir Sablon
Lambang Bordir Bordir Sablon
Packing Plastik Biasa Polybag bermerk Polybag bermerk
Tag Merk Tidak ada Barcode Memakai Barcode Memakai Barcode
Benang Label Nike Authentic Benang Abu Benang Perak Benang Perak
Bahan Baju Tebal Tebal, lembut, lebih cerah Tebal, lembut, lebih cerah
Ukuran:
S 49-50 x 70-71 cm 50-51 cm x 70-72 cm 50-51 cm x 70-72 cm
M 52-53 x 72-73 cm 53-54 cm x 72-74 cm 53-54 cm x 72-74 cm
L Tidak Ada 56-57 cm x 74-76 cm 56-57 cm x 74-76 cm
XL 58-59 x 76-77 cm 59-60 cm x 76-77 cm 59-60 cm x 76-77 cm
Sablon T-Bar Pundak Tidak ada Tidak ada Ada
Lubang Ventilasi Tidak ada Tidak ada Ada
Kancing cadangan Tidak Ada Ada
Data perbandingan dalam gambar :
Plastik Pembungkus
Nike :
Adidas :
Tag
 
Nike :
 Adidas :
 Wash Tag

Dan berikut ciri-ciri yang mendominasi pada jersey Player Issue (Jersey menggunakan jersey Manchester United Away musim 12/13) :

Kelengkapan :

 Dibanding Grade AAA dan Grade Ori, jersey Player Issue lah yang paling mendekati aslinya. Semoga dengan penjelasan jersey di atas dapat menambah pengetahuan tentang per-jersey-an dan semoga bisa lebih mudah membedakan antara Grade AAA, Grade Ori, dan Player Issue.

JAKET JERSEY BOLA [GRADE ORI]

sekilas info : Grade ORI hampir sama seperti Grade AAA, juga jersey Replika yang memiliki tingkat kemiripan 95% namun dibuat oleh pabrik di China. Dan dari segi pengemasan dan kelengkapan grade ori  lebih baik dibanding jersey Grade AAA karena dalam pengemasannya Grade Ori menggunakan Polybag seperti pembungkus obat yang disesuaikan dengan yang ada di counter resmi. Sedangkan pengemasan Grade AA hanya menggunakan plastik biasa.

CARA ORDER : (089693598369)

1.PASTIKAN BARANG YANG ANDA PESAN DENGAN BERTANYA VIA WA DAN SMS ATAU  CALL 089693598369

2.JIKA BARANG YANG ANDA KIRIMKAN ADA,SILAKAN PESAN DENGAN WHATS APP /SMS ATAU CALL ,SEBUTKAN BARANG YANG INGIN ANDA PESAN BESERTA SIZE (UKURAN) DAN JUMLAHNYA SERTA KIRIMKAN ALAMT LENGKAP KE KAMI.

3.KAMI AKAN KIRIMKAN JUMLAH TOTAL BESERTA ONKOS KIRIMNYA DENGAN NOMOR REKENING KAMI (BCA,MANDIRI,BRI).

4.SILAKAN TRANSFER BERDASARKAN JUMLAH YANG SUDAH DITENTUKAN.

5.SETELAH KONFIRMASI, BERIKAN KONFIRMASI LANGSUNG KE KAMI.

6.BARANG AKAN KAMI KIRIM VIA JNE 18.00 SETIAP SABTU-JUMAT DAN PUKUL 13.00 SETIAP SABTU

7.RESI AKAN BERIKAN LANGSUNG ATAU DAPAT DICEK PADA WEBSITE INI.

PhotoGrid_1416398689841

JAKET MU RED 2015 | Rp.150.000|


PhotoGrid_1416398594395

JAKET CHELSEA NAVY 2015 | Rp.150.000|


PhotoGrid_1416398843303

JAKET CHELSEA BLUE 2015 | Rp.150.000|


jaket-arsenal-merah-puma-2015-300x300

JAKET ARSENAL PUMA MERAH 2015 | Rp.150.000|


jaket-arsenal-biru-donker-puma-2015

JAKET ARSENAL BIRU DONGKER 2015 | Rp.150.000|


PhotoGrid_1417700964967

JAKET ARSENAL 3RD 2015 | Rp.150.000|


Jaket-Training-Liverpool-garuda-merah-2015

JAKET TRAINING LIVERPOOL |Rp.150.000|


Jaket-Training-Liverpool-Garuda-Hitam-2015-300x300

JAKET LIVERPOOL HITAM 2015 | Rp.150.000|


PhotoGrid_1415029947771

JAKET GO REAL MADRID PINK |Rp.150.000|


PhotoGrid_1416398594395


JAKET REAL MADRID BLACK 2015 | Rp.150.000|

PhotoGrid_1415028001475

JAKET BARCELONA BIRU NAVY | Rp.150.000|


PhotoGrid_1417746768853

JAKET INTER BLACK 2015 | Rp.150.000|


Jaket-Juventus-Hitam-2015-300x300

JAKET JUVENTUS HITAM 2015 | Rp.150.000|


Jaket-training-Juventus-abu-abu-list-kuning-2014-300x300

JAKET TRAINING JUVENTUS STRIP KUNING | Rp.150.000|


Jaket-Training-Juventus-Kuning-2014-300x300

JAKET TRAINING JUVENTUS KUNING | Rp.150.000|


PhotoGrid_1416398889400

JAKET GERMANY BINTANG 4 HITAM | Rp.150.000|


PhotoGrid_1416398774951

JAKET FRANCE BIRU | Rp.150.000|


Jaket-Indonesia-Merah-2015-300x300

JAKET INDONESIA GARUDA| Rp.150.000|


SABLON DENGAN CAT RUBBER

Di dalam dunia sablon , teknik sablon dengan cat rubber memiliki kekuatan dan kelemahan tersendiri.
Untuk memulainya, ada beberapa materi yang perlu dipersiapkan, antara lain :

Materi Sablon Kaos Dengan Cat Rubber :

1. Mesin Heat Press
Kaos Kediri
2. Mesin Cutting Plotter
Kaos Kediri
3. Printer Sublime (Epson)
Kaos Kediri
4. Tinta dan Kelengkapannya
Kaos Kediri
5. Screen
Kaos Kediri
6. Lembar Flock
Kaos Kediri
8. Foil
Kaos Kediri
8. Desain
Kaos Kediri

Ok, setelah menyiapkan bahan-bahan di atas, sekarang saatnya untuk mencoba membuat kaos dengan menggunakan Sablon Digital + Manual dengan bahan Sablon Rubber.

Proses mendesain dapat menggunakan software grafis seperti Corel Draw, Photoshop, Adobe Illustrator, Freehand, dsb. Apapun jenis software yang dipergunakan, jangan lupa untuk memberikan efek mirror agar desain tidak terbalik pada hasil akhirnya.

Proses Sablon Kaos Dengan Cat Rubber :

A. Cutting
Kaos Kediri
B. Screen
Kaos Kediri

Bahan cutting menggunakan media sticker transparan one side adhesive dengan mesin cutting plotter. Apabila nantinya hanya menggunakan satu warna, cutting keseluruhan gambar yang dibutuhkan. Tapi apabila lebih banyak warna, lakukan proses cutting sesuai dengan warna masing-masing (satu warna satu lembar sticker).

Tempelkan pada screen. Untuk memudahkan, anda dapat menggunakan stiker masking terlebih dahulu. Kemudian lepaskan kertas putih (backing paper) pada stiker dan lekatkan pada screen lalu buka masking (utk lebih jelasnya coba lihat pada tutorial flock). Pastikan stiker menempel dengan rapih dan hanya bagian yg akan diwarna saja yang tidak tertutup.

C. Screen di atas kaos
Kaos Kediri
D. Tuangkan cat rubber
Kaos Kediri

Letakan screen diatas kaos dengan mengatur posisi sesuai dengan yang diinginkan. Perhatikan dan pastikan gambar menghadap ke atas dan tidak terbalik.

Tuangkan cat rubber pada bagian tepi bawah dan usahakan agar cat terbagi rata.

E. Gunakan rackle
Kaos Kediri
F. Angkat screen
Kaos Kediri

Sapukan cat merata pada seluruh bagian yg kita inginkan. Gunakan rackle untuk mempermudah meratakannya. Tekan agak kuat tapi jangan terlalu kuat (lakukan dengan hati-hati dan jangan sampai merobek screen).

Setelah anda memastikan cat telah tersapu dengan merata, angkat screen secara perlahan dan hati-hati jangan menggeser.

G. Plastic Heat Resistance
Kaos Kediri
H. Finished
Kaos Kediri

Tunggu cat sampai benar-benar kering. Setelah itu letakkan kaos di atas mesin heatpress dan jangan lupa lapisi gambar dengan plastik tahan panas.

Gunakan mesin heatpress dengan suhu 120 derajat selama 15-20 detik. (NB : jika menggunakan warna yg berbeda-beda, sablon masing-masing warna tersebut terlebih dahulu sebelum menuju ke mesin heatpress).

Setelah di press, angkat plastik penutupnya dan kaos telah selesai dan siap untuk dipakai.

SELAMAT MENIKMATI

Distro [english version]

moves from margins to mainstream

Uttu

Clothes may maketh the man, but after glancing down Bandung’s famous clothing strip, I would argue they also make the economy. Today ‘Jeans Street’, or Jalan Ciamplas, is more crowded than ever. But pitching to a youth market, which has a sensitive barometer for what is ‘in’, is not as easy as it might seem.

The mushrooming of distro, or independent fashion outlets, throughout Indonesian metropolitan centres shows that sometimes the best people to satisfy the youth market are young people themselves. But have the original reasons for distro been lost to capitalism and competition?
Collectivism and creativity

Distro is a shortening of the Indonesian word distribusi, or distribution. Generally distro differ from other youth fashion outlets by their links to the independent music industry, the age of those involved, and collective ownership styles.

In 1993, a few die-hard music fans set up a music studio in Bandung known as Reverse. This studio was also one of the first to sell international and local indie (independent) band merchandise including t-shirts, hooded jackets, cassettes and posters. A pioneer distro, Reverse mapped out the format that many independent fashion outlets were to follow.

Distro provide a vehicle for creative collective members to market and disseminate their talents. Promoting artistic licence over profit margins, distro do not source stock from factories. Instead most have their own in-house labels with all goods made in small runs. Originality and scarcity are selling points.

Cooperation marked the birth of distro, and to a certain extent it is still evident today. Lined up alongside the distro’s own merchandise are products made by friends also in the clothing game. Staffing is usually a collegiate arrangement with members working in shifts to keep overheads down. Profits are split in proportion to capital investment in the store.

Distro size and scale is as varied as the size and shape of the wallets behind them. One of the first distro I went to was Bandit. A punk hangout, Bandit was just a glass cabinet covered by a tarpaulin with two rickety benches, right next to a McDonald’s garbage skip. These days most are housed in converted garages or small shop fronts.

Distro are a contrast to Indonesia’s mall epidemic. Multi-level malls are vast expanses of bright and shiny marketing providing the shopper with a clean, air-conditioned opportunity to spend. In comparison, distro are cramped by low ceilings and are filled to the brim with merchandise stocks. Posters and stickers cover all available surfaces. Graffiti scars the walls. In Jakarta, one distro advertises its location with a burnt-out, spray-painted van parked in front of the store.
Underground beginnings

Distro originally developed from the do-it-yourself ethic of the underground music community. However, they soon evolved into a forum for exchanging news about developments in the music scene.

In the early nineties, before the internet was easily accessible, dedicated fans could only gain information from overseas through mail order. As a result, underground music news had very limited circulation. I remember the frustration when a much-awaited newsletter would be sent wayward in Indonesia’s temperamental postal system. Distro filled this void by providing a central point where information and music could be swapped and shared.

In this embryonic stage, political aspirations were rarely expressed overtly. The repressive nature of Suharto’s New Order government meant that rebellious, anti-establishment political views were best whispered, rather than yelled.

Amid the popular discontent of 1997, however, the group behind Riotic Distro broadened discussion to include politics. Riotic was the first Bandung distro to become a hub for political agitation within the punk subculture. Its publications sub-division, Riotic Papers, produced Submissive Riot, the first Bandung zine to debate social and political issues instead of purely music. Submissive Riot was followed by the equally political Harder, published by Harder distro. The Counter-Culture Collective also agitated for change, using distro networks to propagate anarchistic literature.

At the peak of the radical punk movement in Bandung between 1999 and 2000, distro served as the spot for midnight meetings to plan demonstrations and rallies as radical punks formed the aggressive frontline of demonstrations about human rights, workers rights, food subsidies and other issues. The placement of distro on main thoroughfares kept them away from neighbourhood surveillance and the control of urban village officials.
Going mainstream

In 2003, however, distro underwent a rapid shift. One of Bandung’s clothing and accessories distro, 347, exploded onto the fashion scene. Wearing the 347 label suddenly became the funkiest trend among Bandung’s fashion conscious. It was the first time a distro had moved outside its underground niche and captured a mainstream market.

The crew behind 347 were from upper middle-class families and had more capital at their disposal than most of their forerunners. This capital, and a clever combination of marketing, attractive packaging, high quality design, good fabrics and screen printing, was 347’s strength. Very quickly its products matched those of international street and surf wear brands, although without the prohibitive price tag.

Taking millions of rupiah a day, the store soon became well-known throughout Indonesia. 347 has even penetrated markets abroad. Hot on the heels of 347’s success, distro began appearing throughout Indonesia – in Jakarta, Yogyakarta, Malang, Semarang, Surabaya, Bali, Makassar, Medan and Lampung. There are now over 200 distro in Bandung alone.

This success means that distro are no longer hidden from mainstream view. Where once they were a place for underground music sub-cultures and the politically disenfranchised to share ideas away from the scrutiny of society, they now vie for strategic space close to city centres, shopping malls, high schools, and universities. It is not uncommon for a distro to be a popular after-school hangout.

In Bandung, distro are even beginning to out-compete the city’s famous fashion outlets for the youth fashion market. Foreign labels are now being shunned in favour of locally designed and produced clothing and accessories.
Music

Distro über cool is not limited to clothing. What’s ‘in’ is broad in definition and covers everything from clothes and accessories to cassettes, CDs and posters. Any respectable distro offers a selection of all of the above, but with affordable prices that mock the efforts of their large-scale competitors.

Continuing links to the underground music scene mean that these days many of the larger distro have a department that produces music. This scenario provides a means for independent bands to release music, while at the same time avoid the drawbacks of the commercially-orientated recording industry. In an elegant symbiosis, the resulting album is then sold through the distro networks. Key indie labels that have grown from distro include Riotic Records (from Riotic distro) and Flatspils (from 347 distro).

This cooperation can also extend to band merchandise. Bands will request distro to design and sell band t-shirts. In return, band members will wear distro-designed t-shirts during gigs.
Commercial orientation

Yet the increased popularity of distro has resulted in a shift in the orientation of many distro from an ideological one to commercial one. In recent times, entrepreneurially-minded individuals have also set up distro as profit-making enterprises rather than creative collectives. Distro now market their t-shirts, wallets and backpacks to the fashion-conscious. They have also lost the political potency that characterised early distro. Instead of facilitating revolutionary meetings, distro are more likely to use their strategic placement to host Saturday night street-side gatherings.

With increased competition, less flexible and imaginative distro failed. The survivors are more commercially savvy and have learnt the importance of self-promotion. Distro now hand out free items such as stickers, badges, and posters at concerts and gigs. At a recent hip-hop gig in one of Bandung’s sports halls, I became the proud owner of three new key rings, all from newly established distro.

Many distro also advertise in the larger, more widely distributed glossy independent print media publications such as Ripple Mag, Suave, and D!!Side. Some of the larger distro are even sponsoring timeslots on local radio, holding quizzes and hosting local indie bands.

Some elements of the original collective ideology of distro remain, such as information sharing and fostering local music. Many websites are devoted to information and tips on setting up a distro or fashion label. Distro-run forums and blogs (web-based diaries) are used for networking and advertising other distro and labels. Forum members can also post information about gigs and events that their store has organised.
Costs of success

From humble beginnings, distro are making a significant impact on the youth fashion industry. But has this success come at a cost? When 347 first became successful, many of the people behind distro collectives explained to me they felt the distro scene had been ‘sold out’. They felt the original anti-capitalist push behind distro had been betrayed.

Indeed, discussion of fashion, promotion and sales now dominate the conversations held over distro counters, discussions that used to focus on political ideology and mechanisms for social change. Political resistance is almost entirely absent from the distro of today.

Yet despite recent changes to distro and ownership styles, they continue to be created by young people for young people. The design and sale of goods provide a creative outlet for young designers, and allow young shoppers to determine, create and exhibit their take on fashion. They also provide an opportunity for local bands to gain a foothold in the notoriously cutthroat music industry. Distro undoubtedly remain a meaningful place for the creation and direction of Indonesia’s youth culture.

writer
Uttu (satanarchy2001@yahoo.com) is a fervent pop culture aficionado. He runs a distro in Bandung.

KAOS PROMOSI I

Kaos promosi, oblong promosi, t-shirt promosi, krah wangki promosi, kaos polo promosi, kaos lacoste promosi, kaos seragam promosi, adalah salah satu media promosi yang sangat efektif. Dengan kaos promosi, Anda bisa berpromosi dengan murah dan dilihat banyak orang dengan jangka waktu yang lama. Dengan cara untuk seragam perusahaan, bonus pembelian produk, hadiah, dan cinderamata saat seminar, workshop, dan event-event perusahaan.

Dengan kaos promosi Anda dapat mempromosikan brand image produk Anda dengan efektif. Karena kaos sangat disukai semua kalangan. Baik dari kalangan bawah, menengah, maupun kalangan atas. Kami dapat membuat kaos promosi dengan kesan high class. Tentunya dengan bahan yang berkualitas. Sehingga para petinggi perusahaan juga bisa ikut memakai dan ikut berpromosi dengan kesan yang exclusive.

Kami mengkhususkan diri dan berfokus pada pembuatan kaos promosi. Berbagai macam kaos promosi bisa kami buat untuk Anda dari oblong maupun berkrah dengan sablon/printing maupun bordir.

Adalah tepat apabila Anda memilih kami sebagai mitra Anda dalam pembuatan kaos promosi. Kami dapat mewujudkan keinginan Anda dan dapat juga memberi design bagi Anda yang belum memiliki design.

Silahkan hubungi kami untuk konsultasi dan order. Kami siap membantu dan melayani Anda. Kami berharap Anda puas dengan layanan kami dan bisa menjadi mitra bisnis Anda.

Cannizaro convection

tshirt-btl-besar-psdpsd.jpg tshirt-hitampsd.jpg tshirt-putih-stoutsiluet-psd.jpg tshirtab-kuning-botol-warna-ataspsd.jpg

tshirtab-kuning-siluet-botol-gelas-tuangpsd.jpg tshirtab-putih-botol-warna-ataspsd.jpg tshirtab-putih-siluet-antripsd.jpg tshirtab-putih-siluet-botol-gelas-tuangpsd.jpg

tshirtabkuning-siluet-antripsd.jpg

JENIS TINTA/CAT SABLON KAOS

JENIS TINTA/CAT SABLON KAOS
Tinta diatas bahan kaos terdiri dari 2 jenis tinta, yaitu tinta yang berbasis air atau waterbase inks dan tinta yang berbasis minyak atau solvenbase. Tinta solvenbase sering disebut dengan istilah plastisol.JENIS CAT WATERBASE:
CAT RUBBER:
Tinta ini digunakan khusus untuk sablon diatas kain gelap. Sebab tinta ini bersifat pekat, dapat menutup permukaan warna kain dengan baik. Tinta rubber umumnya digunakan untuk underbase, underbase sendiri difungsingkan sebagai penutup warna kain sebelum penyablonan warna-warna diatasnya. Tinta rubber sendiri dibagi menjadi dua jenis untuk dua fungsi kegunaan. Jenis pertama adalah tinta rubber white yang digunakan untuk underbase/dasar, bisa juga digunakan untuk mendapatkan warna-warna pastel/muda. Jenis kedua adalah rubber color yang digunakan untuk pencampuran warna-warna tua. Untuk mendapatkan warna putih yang bersih dan cemerlang, campurkan tinta rubber white dengan sedikit pigmen/pewarna berwarna nila atau ungu.
CAT TRANSPARAN:
Umumnya disebut dengan coating, karena dapat difungsikan sebagai pelapisan hasil sablon, sehingga hasil sablon lebih cemerlang atau mengkilap. Tinta ini memiliki bentuk seperti tinta extender yang transparan, tetapi memiliki kandungan yang lebih kuat atau lebih keras. Tinta ini baik sekali untuk teknik penyablonan separasi empat warna dengan terlebih dahulu memberikan rubber white pada permukaan bahannya.CAT EXTENDER:
Tinta in bersifat transparan, hanya cocok untuk penggunaan diatas bahan putih atau bahan-bahan berwarna terang. Sifat dari cat ini adalah menyatu/menyerap pada bahan.

CAT SUPER WHITE:
Tinta ini hampir sama jenisnya dengan tinta rubber, terdiri dari dua jenis yaitu white dan color. Tinta ini sifatnya lebih mendekati tinta extender yaitu menyatu dengan bahan dan transparan, serta dapat disablon diatas dasar bahan berwarna gelap.

CAT PUFF/TIMBUL:
Tinta ini terdapat pada kedua jenis tinta baik underbase maupun plastisol. Tinta ini memerlukan pemanasan yang akan mengakibatkan tinta ini mengembang dengan efek timbul.

CAT SOLVENBASE/PLASTISOL:
Tinta ini berbahan dasar PVC dan harganya cukup mahal serta membutuhkan peralatan khusus untuk pengeringannya. Sebab tinta ini tidak dapat kering dengan sendirinya seperti tinta waterbase pada umumnya. Untuk dapat kering dengan baik, tinta ini memerlukan suhu mencapai 160 derajat celcius serta membutuhkan beberapa peralatan seperti conveyor curing dan flash curing. Setelah pengeringan dengan benar, tinta plastisol ini memiliki daya rekat yang sangat baik. Tinta ini sering digunakan untuk menciptakan efek-efek yang menakjubkan seperti high density. Dan t-shirt yang menggunakan tinta plastisol selalu diberi peringatan “Do not iron on design”, sebab tinta ini akan meleleh jika terkena panas secara langsung dari setrika.

JENIS CAT PLASTISOL:CAT ALL PURPOSE:
Tinta ini berbentuk transparan, bersifat seperti extender pada tinta waterbase. Sebab tinta ini hanya baik digunakan pada kain berwarna putih atau terang.

CAT HIGH OPACITY:
Tinta ini mempunyai sifat seperti rubber dalam waterbase, hanya saja tinta ini mempunyai daya tutup yang lebih baik pada permukaan bahan jika dibandingkan dengan tinta rubber. Tinta ini dapat digunakan untuk teknik high density.

CAT ATHLETIC PLASTISOL:
Tinta ini bersifat lentur atau elastis sehingga sangat cocok untuk penyablonan diatas kain polymesh, spandex atau kain dengan motif berlubang-lubang.

CORK BASE:
Berjenis plastisol, tinta ini dapat digunakan untuk teknik high density yang akan menghasilkan efek seperti busa atau gabus. Tinta ini memiliki kelenturan dan fleksibelitas yang tinggi sehingga cukup baik untuk penyablonan diatas bahan yang memiliki kelenturan tinggi seperti bahan Spandek dan Rib. Tinta ini juga tidak diperbolehkan untuk di dry clean, bleach atau disetrika.

SHIMMER GOLD & BASE:
Tinta dari jenis plastisol ini diformulasikan untuk menghasilkan warna seperti metalik. Tinta ini berbentuk pasta dan siap pakai. Tinta ini sangat baik digunakan untuk heat transfer, baik itu cold peel maupun hot peel. Sangat baik digunakan pada kain knitting, cotton, polyster dan rayon. Tidak disarankan untuk pemakaian pada kain jenis nylon atau lycra.

HIGH DENSITY CLEAR:
Tinta yang bersifat transparan, tinta ini menghasilkan efek sablon yang mengkilap dan terkesan basah.

WILFLEX LUNA CLEAR:
Tinta plastisol transparan yang tidak terlihat dengan sinar lampu biasa, akan muncul jika terkena sinar ultraviolet.

NATURAL SUADE:
Tinta plastisol yang menghasilkan efek kulit yang sangat lembut.

JENIS CAT DAN TEKNIK LAINNYA:
YELLOW SPARKLE:
Bubuk yang diformulasikan untuk menimbulkan kesan berkelip-kelip, serta memiliki tampilan yang glosy. Untuk mencetak bubuk ini, sebelumnya harus mencetakkan tinta plastisol sebagai dasar sekaligus sebagai perekat bubuk ini.

FOIL TRANSFER:
Aluminium foil dalam bentuk lembaran seperti kertas. Selain warna silver dan gold, foil juga tersedia dalam macam warna dan motif. Untuk media tempelnya foil ini membutuhkan lem khusus.

FLOCK:
Teknik sablon yang menghasilkan efek cetakan seperti beludru. Terdapat dua jenis flock, bubuk dan lembaran. Untuk lembaran membutuhkan lem khusus sebagai media perekatnya.

SUGAR PRINTING:
Aplikasi sablon yang berbentuk bubuk transparan mirip gula pasir.

GLOW IN THE DARK:
Berbentuk serbuk yang menyerap dan memantulkan sinarnya kembali didalam ruangan gelap.

REFLECTIVE POWDER:
Serbuk yang dapat memantulkan sinar jika terkena cahaya lampu atau sinar matahari.

DISCHARGE AGENT:
Adalah bahan kimia yang digunakan untuk mencabut warna dasar kain, sehingga warna bahan menjadi putih/grey. Dan untuk mendapatkan hasil yang maksimal, bahan pewarna  kainnya harus dipilih dengan yang dischargeable.

DISTRESSED atau VINTAGE:
Teknik inovasi grafik dengan membuat tekstur sehingga gambar terlihat pecah-pecah dan terlihat usang/kuno.

SHATTER BASE:
Jenis tinta untuk menciptakan kesan pecah (crack). Tinta ini diciptakan agar mudah pecah saat mengering dan untuk pengeringan membutuhkan flash curing.

ROCK BASE:
Teknik high density menggunakan tinta rock base untuk menghasilkan cetakan dengan permukaan kasar seperti batu.

SUBLIMATION TRANSFER:
Gambar yang dicetak diatas kertas transfer, yang kemudian ditransfer ke kaos menggunakan hotpress. Sublimation transfer umumnya terbagi dalam menjadi dua jenis, hot peel dan cold peel.

HOT PEEL:
Gambar yang diprint diatas kertas transfer.

COLD PEEL:
Kertas transfer yang berisi gambar jadi dengan berbagai jenis pilihan. Jenis cold peel ini jika diaplikasikan diatas kain kaos akan menghasilkan tekstur seperti tinta rubber, dan dapat diaplikasikan diatas dasar bahan terang maupun gelap. Sebab dalam pembuatannya cold peel menggunakan tinta plastisol.

RHINESTONES HEAT PRESS:
Aplikasi yang digunakan untuk dekorasi dalam garmen, mempunyai beragam nama sesuai dengan bahan yang digunakan, anatara lain nailheats, rhinestones dan swarovski crystals. Cara pengaplikasiaannya hanya dengan memanaskannya dengan mesin hot press pada suhu 160 derajat celcius selama 10 detik.

HIGH FREQUENCY WELDING:
Proses aplikasi menggunakan mesin high frequency, seperti aplikasi plastik PVC diatas kain.

EMBOSS PRINT:
Aplikasi yang menggunakan mesin press tekanan tinggi untuk menciptakan hasil emboss diatas bahan.

Sumber: Basic Screen Printing for T-Shirt, Benny Setiawan Rahardj

usaha distro

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 41 other followers